Kam. Jan 22nd, 2026

Jakarta Kembali Lumpuh Diterjang Banjir, Jalan Mangga Dua hingga Daan Mogot Tak Berkutik Diguyur Hujan Lebat

Jakarta Kembali Lumpuh Diterjang Banjir
Jakarta Kembali Lumpuh Diterjang Banjir
77 / 100 Skor SEO

Oleh: Bang Napi

Hujan deras yang mengguyur Jakarta lagi-lagi bikin ibu kota kelabakan. Senin itu seharusnya jadi hari biasa buat warga yang mau kerja, ngantar anak sekolah, atau sekadar ngurus aktivitas rutin. Namun kenyataannya, hujan lebat yang turun tanpa ampun justru mengubah sejumlah ruas jalan utama jadi lautan air. Akibatnya, mobil mogok, motor mati mesin, dan lalu lintas pun berubah jadi mimpi buruk.

Banjir kali ini bukan cuma sekadar genangan kecil. Di beberapa titik, air bahkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Mangga Dua Raya di Jakarta Utara dan Daan Mogot di Jakarta Barat jadi dua contoh kawasan yang langsung lumpuh total. Meski sudah sering kejadian, tetap saja banjir kali ini bikin warga geleng-geleng kepala.


Hujan Lebat Sejak Pagi, Jakarta Langsung Tersedak Banjir

Sejak pagi hari, hujan deras sudah mengguyur Jakarta tanpa jeda berarti. Awan gelap menggantung, angin kencang menyertai, dan suara hujan seolah jadi alarm bahwa masalah besar bakal datang. Benar saja, belum siang, laporan banjir mulai bermunculan dari berbagai wilayah.

Air yang turun dalam intensitas tinggi membuat saluran drainase kewalahan. Selain itu, aliran sungai yang tak mampu menampung debit air akhirnya meluap ke jalan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jakarta masih sangat rentan setiap kali hujan deras datang dalam waktu lama.

Sementara itu, aktivitas warga yang bergantung pada akses jalan langsung terganggu. Banyak orang terpaksa terlambat ke kantor. Bahkan, ada juga yang memilih balik arah karena kendaraan mereka sudah terjebak di tengah genangan.


Jalan Mangga Dua Raya Lumpuh Total, Air Capai 60 Sentimeter

Kendaraan Nekat Melintas Berakhir Mogok

Salah satu titik paling parah terlihat di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta Utara. Ruas jalan ini benar-benar tak bisa dilalui kendaraan. Air setinggi sekitar 60 sentimeter merendam hampir seluruh badan jalan. Mobil dan motor yang nekat menerobos akhirnya harus pasrah karena mesin mati.

Baca Juga  Banjir Bandang Cisarua Bogor: Sapu rumah Sampai Jembatan Mau Rubuh

Beberapa pengendara terlihat turun dari kendaraan mereka sambil mendorong ke pinggir jalan. Namun, upaya itu pun sering berujung sia-sia karena arus air cukup deras. Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan.

“Airnya naik cepat banget, awalnya masih bisa dilewati, eh tiba-tiba mesin mati,” ujar salah satu pengendara mobil yang terjebak banjir.

Pengguna Jalan Pilih Putar Arah

Karena kondisi makin parah, banyak pengendara akhirnya memilih putar arah. Meski harus memutar jauh, opsi itu dianggap lebih aman daripada memaksakan diri menerobos genangan. Jalan-jalan alternatif pun mendadak padat karena volume kendaraan menumpuk.

Selain itu, pedagang dan warga sekitar Mangga Dua juga terdampak. Aktivitas jual beli ikut terganggu karena akses menuju lokasi menjadi sulit. Bahkan, beberapa toko memilih tutup lebih awal demi menghindari risiko kerugian lebih besar.


Daan Mogot Ikut Terendam, Lalu Lintas Tersendat Parah

Genangan Capai 20 hingga 50 Sentimeter

Tak hanya Jakarta Utara, Jakarta Barat juga ikut merasakan dampaknya. Jalan Daan Mogot di kawasan Cengkareng terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 hingga 50 sentimeter. Meski tak setinggi Mangga Dua, genangan ini tetap bikin arus lalu lintas tersendat.

Pengendara motor terlihat ekstra hati-hati. Banyak dari mereka memilih berjalan pelan sambil mengangkat kaki, berharap air tak masuk ke knalpot. Sementara itu, mobil pribadi dan angkutan umum mengantre panjang karena lajur yang bisa dilewati sangat terbatas.

Lajur Kanan Jadi Andalan Pengendara

Menariknya, lajur kanan jadi jalur favorit para pengendara. Pasalnya, genangan di sisi kiri jalan jauh lebih dalam. Akibatnya, semua kendaraan menumpuk di satu jalur, membuat kemacetan makin parah.

Di sisi lain, petugas lalu lintas berupaya mengatur arus kendaraan. Namun, derasnya air dan volume kendaraan yang tinggi membuat upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.

Baca Juga  Banjir Kepung Jakarta dan Bekasi, Transportasi Lumpuh: Laporan Update 05 Maret 2025

Kali Mukorvart Meluap, Air Masuk ke Permukiman

Debit Air Tinggi Jadi Pemicu Utama

Intensitas hujan yang tinggi membuat Kali Mukorvart tak sanggup menahan debit air. Sungai itu akhirnya meluap dan airnya mengalir ke jalan serta permukiman warga. Fenomena ini memperlihatkan bahwa masalah banjir di Jakarta tak bisa dilepaskan dari kondisi sungai yang semakin kritis.

Air yang meluap membawa lumpur dan sampah. Akibatnya, genangan terlihat keruh dan berbau. Kondisi ini jelas menambah ketidaknyamanan warga yang terdampak.

Pademangan Barat Ikut Tergenang

Di Jalan Budi Mulia, Pademangan Barat, Jakarta Utara, banjir juga merendam rumah warga. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Meski cukup tinggi, sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang-barang penting.

“Kami angkat barang ke tempat lebih tinggi, soalnya banjir kayak gini sudah sering,” kata salah satu warga Pademangan.

Beberapa kendaraan milik warga pun tak luput dari banjir. Motor dan mobil yang terparkir di halaman rumah mengalami mogok karena terendam air cukup lama.


Warga Bertahan di Rumah, Evakuasi Dilakukan Mandiri

Alih-alih mengungsi, banyak warga memilih tetap bertahan. Keputusan ini diambil karena mereka sudah terbiasa menghadapi banjir. Selain itu, sebagian warga merasa kondisi masih bisa dikendalikan meski air terus menggenang.

Mereka bahu-membahu memindahkan perabotan, elektronik, dan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Sementara itu, anak-anak diminta tetap berada di dalam rumah demi keamanan.

Namun, kondisi ini tetap menyisakan kekhawatiran. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, bukan tidak mungkin ketinggian air akan bertambah.


Banjir dan Masalah Lama Jakarta yang Tak Kunjung Selesai

Drainase Jadi Sorotan Utama

Setiap kali banjir datang, masalah drainase selalu jadi bahan pembicaraan. Saluran air yang sempit, tersumbat sampah, dan kurang perawatan dianggap jadi penyebab utama. Meski berbagai program sudah dicanangkan, hasilnya masih belum terasa signifikan.

Baca Juga  Hibisc Fantasy Puncak: Kisah Wahana Wisata yang Dibongkar Demi Lingkungan

Selain itu, pembangunan yang masif tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan turut memperparah situasi. Ruang resapan air semakin berkurang, sementara volume air hujan terus meningkat.

Warga Mulai Kehilangan Kesabaran

Bagi warga Jakarta, banjir bukan lagi hal baru. Namun, frekuensi yang makin sering membuat banyak orang merasa lelah. Aktivitas terganggu, kerugian materi muncul, dan rasa aman pun perlahan terkikis.

Meski begitu, warga tetap berharap ada solusi nyata. Bukan sekadar wacana, melainkan tindakan konkret yang benar-benar bisa mengurangi risiko banjir di masa depan.


Dampak Ekonomi dan Sosial yang Tak Bisa Diabaikan

Banjir bukan cuma soal air menggenang. Dampaknya jauh lebih luas. Aktivitas ekonomi melambat, distribusi barang terhambat, dan produktivitas menurun. Pedagang kecil jadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Selain itu, banjir juga memengaruhi kondisi kesehatan. Air kotor berpotensi membawa penyakit. Karena itu, warga diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir.


Harapan Warga: Jakarta Lebih Siap Hadapi Musim Hujan

Meski situasi terasa melelahkan, harapan tetap ada. Warga berharap pemerintah dan semua pihak terkait bisa bergerak lebih cepat dan serius. Penanganan sungai, perbaikan drainase, serta edukasi lingkungan dianggap jadi langkah penting yang harus terus dilakukan.

Jika tidak, banjir seperti ini akan terus terulang. Jalan kembali lumpuh, kendaraan mogok, dan warga lagi-lagi harus beradaptasi dengan kondisi yang sama.

Jakarta memang kota besar dengan segala kompleksitasnya. Namun, banjir yang terus berulang jelas jadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Dan selama hujan masih turun deras, cerita tentang banjir seolah tak pernah benar-benar usai.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *